Manifestasi Klinis dan Diagnosis Kanker Payudara

Cecep Suryani Sobur Hematologi - Onkologi Medik, Kedokteran Leave a Comment

Salah satu kanker yang tersering ditemukan adalah kanker payudara. Untungnya, saat ini hasil pengobatan atau terapi dari penyakit ini sudah mencapai kemajuan berarti. Tentu apabila ditemukan pada saat stadium dini. Berikut akan dibahas cara mendeteksi penyakit serta diagnosis kanker payudara agar bisa terdeteksi pada stadium sedini mungkin.

Epidemiologi Kanker Payudara

Saat program screening mamografi dijalankan, terdapat peningkatan insidensi dari kanker payudara khususnya di negara-negara barat. Selain terdapat pula kontribusi lain berupa perubahan pola keturunan khususnya mempunyai lebih sedikit anak dan usia saat kelahiran anak pertama lebih tua. Adapun faktor lain adalah:

  • Pola diet barat (western)
  • Hidup sedenter
  • Obesitas
  • Paparan hormon eksogen seperti kontrasepsi dan sulih hormon pada kelompok menopause.

Tetapi tren kenaikan insiden ini berbalik pada awal abad ke-21 di negara barat. Diperkirakan hal ini disebabkan salah satunya penurunan penggunaan kontrasepsi hormon jenis kombinasi.

Menurut data di Indonesia, kanker payudara adalah salah satu kanker yang terbanyak dijumpai pada wanita dengan perkiraan jumlah penderita tahun 2013 adalah 61.882 orang. Dari jumlah tersebut, 60-70% penderita kanker payudara datang pada saat kanker sudah stadium III dan IV.

Faktor Risiko Kanker Payudara

Memahami faktor risiko adalah untuk mengetahui karakter apa saja yang berisiko terkena kanker payudara. Seperti saat akan bepergian, tentu setidaknya kita bisa menentukan apakah misalnya perlu membawa payung sebagai antisipasi dari hujan.

  • Risiko genetik dan familial adalah
    • Riwayat keluarga kanker payudara
    • Mutasi BRCA
    • Kondisi genetik langka
      • Sindrom Li-Fraumeni: mutasi germline TP53
      • Sindrom Cowden: mutasi autosomal dominan yang berhubungan dengan gen PTEN
      • Sindrom Petz-Jeghers: mutasi germline STK11
      • Hereditary diffuse gastric cancer syndrome: mutasi germline CDH1
  • Faktor risiko demografik seperti usia
  • Riwayat reproduksi dan paparan terhadap hormon:
    • Menstruasi pertama pada usia lebih muda
    • Nulipara atau paritas rendah
    • Persalinan pertama pada usia lebih tua
    • Menopause pada usia lebih tua
    • Terapi sulih hormon
  • Risiko dari gaya hidup
    • Peningkatan indeks massa tubuh dan berat badan pada wanita post menopause
    • Penggunaan alkohol
    • Merokok
  • Riwayat medis
    • Hiperplasia atipikal payudara dan karsinoma in situ
    • Densitas mamografi
    • Riwayat kanker sebelumnya
  • Paparan radiasi

Tanda dan Gejala Kanker Payudara

Kanker payudara fase awal tidak memberi gejala. Nyeri dan rasa tidak nyaman bukanlah gejala yang umum. Jika terdapat benjolan, tanda dan gejala yang mungkin menjadi petanda benjolan ganas adalah sebagai berikut:

  • Perubahan bentuk payudara
  • Perubahan kulit di sekitarnya
  • Inversi puting akhir-akhir ini, perubahan kulit puting, atau kelainan bentuk puting
  • Keluar cairan dari hanya satu puting, terutama cairan dengan disertai darah
  • Benjolan di ketiak

Diagnosis Kanker Payudara

Kanker payudara sering etrdeteksi pertama kali dari mammogram bahkan sebelum dirasakan benjolannya oleh pasien maupun dokter. Evaluasi yang dilakukan pada kecurigaan kanker payudara meliputi:

  • Pemeriksaan klinis
    • Temuan pemeriksaan fisis yang mencurigakan ke arah kanker payudara
      • Benjolan atau perubahan kontur
      • Piting atau lekukan pada kulit
      • Inversi puting
      • Vena yang terdilatasi
      • Ulkus
      • Penyakit Paget
      • Edema atau peau d’orange
    • Tanda yang sering menyertai keganasan jika dijumpai benjolan
      • Ada bagian yang keras
      • Iregularitas
      • Nodul setempat/fokal
      • Fiksasi benjolan ke kulit atau otot
    • Pemeriksaan payudara sendiri atau sadari merupakan teknik deteksi dini yang dilakukan sendiri di rumah
  • Pencitraan
    • Dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini meliputi pemeriksaan:
      • Mamografi
      • Ultrasonografi (USG)
      • MRI
    • USG dan MRI lebih sensitif untuk kanker invasif pada payudara yang tidak banyak lemak
    • Pemeriksaan kombinasi mamografi, pemeriksaan fisis, dan MRI lebih sensitif dibandingkan pemeriksaan kombinasi lainnya.
  • Biopsi
    • Core biopsy dengan panduan pencitraa (image guidance) direkomendasikan untuk diagnostik kanker payudara yang baru terdeteksi
    • Metode tersebut memberikan cara diagnostik tanpa pembedahan serta dapat menghindari adanya operasi tambahan atau lanjutan.

Perbandingan Pemeriksaan Radiologis untuk Modalitas Diagnosis Kanker Payudara

ModalitasSensitivitasSpesivisitas
Mamografi63-95% (>95% palpable, 50% impalpable, 83-92% pada wanita usia >50 thn; menurun sampai 35% pada payudara yang padat)14-90% (90% palpable)
Ultrasonografi68-97% palpable74-94% palpable
MRI86-100%21-97% (< 40% primary cancer)
Skintigrafi76-95% palpable, 52-91% impalpable62-94% (94% impalpable)
PET96% (90% metastasis aksila)100%

Tipe, Klasifiaksi, dan Staging Kanker Payudara

Dapat dilihat pada artikel: Klasifikasi dan Staging Kanker Payudara

Faktor Prognostik Kanker Payudara

Kesintasan pada kanker payudara tergantung kepada:

  • Eradikasi tumor primer
  • Penyakit atau sebaran loko-regional, etrutama KGB aksila dan mamaria interna
  • Metastasis

Metastasis merupakan faktor ptognosis utama untuk kebanyakan kasus. Adapun faktor yang lain adalah:

  • Ukuran tumor
  • Jumlah KGB aksila yang terkena
  • Status reseptor estrogen

Tatalaksana

Untuk tatalaksana kanker payudara stadium dini dapat dibaca di artikel: Tatalaksana Kanker Payudara Stadium Dini (Early-Stage Breast Cancer)

Kesimpulan

Dengan pemeriksaan sederhana yaitu sadari diikuti mamografi atau USG, mayoritas kasus kanker payudara dapat dideteksi secara dini. Namun, data yang menunjukan bahwa mayoritas kasus di Indonesia datang pada stadium lanjut, hal ini menandakan pengetahuan dan kesadaran akan kanker payudara sangatlah kurang. Harus dilakukan upaya promotif preventif melalui sarana layanan primer agar lebih banyak lagi kasus kanker payudara yang terdeteksi secara dini sehingga dapat disembuhkan.

Sumber

  1. Bray F, Ferlay J, Soerjomataram I, Siegel RL, Torre LA, Jemal A. Global cancer statistics 2018: GLOBOCAN estimates of incidence and mortality worldwide for 36 cancers in 185 countries. CA Cancer J Clin. 2018 Nov;68(6):394–424.
  2. Pusat Data dan Informasi. Infodatin Oktober 2016, bulan peduli kanker payudara. Kemenkes Republik Indonesia. Jakarta. 2016
  3. Senkus E, Kyriakides S, Ohno S, Penault-Llorca F, Poortmans P, Rutgers E, et al. Primary breast cancer: ESMO Clinical Practice Guidelines for diagnosis, treatment and follow-up. Ann Oncol  Off J Eur Soc Med Oncol. 2015 Sep;26 Suppl 5(March):v8-30.

Tinggalkan Balasan