Skor pneumonia severity index (PSI) atau PORT Score adalah sistem prediksi yang digunakan klinisi untuk menghitung kemungkinan morbididas dan mortalitas pasien yang menderita penyakit pneumonia komunitas.
Dengan mengetahui tingkat risiko morbiditas dan mortalitas tersebut, dapat membantu menentukan apakah pasien dengan pneumonia komunitas tersebut dapat dirawat jalan atau rawat inap. Prediksi dengan skor PSI ini telah divalidasi dan mendapat akurasi yang baik.
Di sini telah dibuat kalkulator untuk membantu menghitung skor PSI tersebut. Berikut ini adalah kalkulator untuk menghitung skor PSI:
Kita lihat bahwa untuk medapatkan skor PSI lengkap selain anamnesis dan pemeriksaan tanda vital dan fisis, juga memerlukan pemeriksaan penunjang seperti: darah perifer, analisa gas darah (AGD), ureum/BUN, kreatinin, elektrolit dasar (Na, K, Cl), glukosa darah, dan pemeriksaan rontgen toraks.
Setelah menghitung dan mendapatkan skor PSI, maka pasien kemudian dikelompokan ke dalam PSI kelas I-V dengan rincian sebagai berikut:
| Kelas | Skor PSI |
| Kelas I mortalitas 0,1% | 0-50 poin |
| Kelas II mortalitas 0,6% | 51-70 poin |
| Kelas III mortalitas 0,9% | 71-90 poin |
| Kelas IV mortalitas 9,3% | 91-130 poin |
| Kelas V mortalitas 27% | 131-395 poin |
Dengan mendapatkan skor di atas, skor ini membantu kita untuk menentukan apakah perlu perawatan rawat inap atau tidak. Adapun penentuan ini adalah sebagai berikut:
- Pasien dengan skor PSI termasuk berisiko rendah sehingga dilakukan rawat jalan (outpatient care)
- Pasien dengan skor PSI 71-90 masuk risiko rendah namun dapat dilakukan rawat inap terutama ada kondisi khusus. Misalkan tempat tinggal pasien jauh dari fasilitas kesehatan atau keadaan lain yang menyulitkan pasien mendapat pertolongan jika terjadi perburukan kondisi kesehatan (misal tidak ada anggota keluarga lain di rumah).
- Pasien dengan skor PSI 91-130 termasuk ke dalam kategori risiko sedang dan merupakan indikasi untuk rawat inap
- Pasien dengan skor PSI termasuk kategori risiko tinggi, perlu dilakukan rawat inap, dan pertimbangan untuk perawatan intensif.
Studi awal untuk stratifikasi ini berasal dari penelitian pada 14.199 pasien rawat inap dengan pneumonia komunitas. Skor ini kemudian divalidasi pada 38.039 pasien dan tambahan 2287 pasien rawat inap dan rawat jalan. Skor PSI ini lebih direkomendasikan untuk dipakai dibandingkan skor CURB-65.
Referensi
- Metlay JP, Waterer GW, Long AC, Anzueto A, Brozek J, Crothers K, et al. Diagnosis and treatment of adults with community-acquired pneumonia. Am J Respir Crit Care Med. 2019;200(7):E45–67.
- Musher DM, Thorner AR. Community-Acquired Pneumonia. N Engl J Med. 2014 Oct 23;371(17):1619–28.
- José RJ, Periselneris JN, Brown JS. Community-acquired pneumonia. Curr Opin Pulm Med. 2015 May;21(3):212–8.

Seorang dokter, saat ini sedang menjalani pendidikan dokter spesialis penyakit dalam FKUI. Peminat berbagai topik sejarah dan astronomi.
