Kalkulator ini digunakan untuk menghitung kebutuhan kalori atau energi sehari-hari yang telah disesuaikan dengan aktivitas dan status gizi. Untuk status gizi lebih atau obese, jumlah kalori yang muncul telah dikurangi sehingga memungkinkan dipakai untuk metode menurunkan berat badan.
Untuk menggunakan kalkulator ini silahkan diisi selengkap mungkin. Adapun untuk menerjemahkan total kebutuhan energi ke dalam menu, dapat dipelajari lebih lanjut di artikel Cara Menyusun Diet dan Menu Makanan. Adapun mengenai daftar makanan dengan kandungan gizi yang dikandung juga dapat FatSecret Indonesia.
Selain perhitungan cara di atas, dapat pula menggunakan penghitungan yang dimulai dari menentukan BEE menurut persamaan Harris-Benedict adalah sebagai berikut:
BEE untuk laki-laki = 66 +13,7 (berat dalam kg) + 5 (tinggi dalam cm) – 6,3 (usia dalam tahun)
BEE untuk wanita = 655 +9,6 (berat dalam kg) + 1,7 (tinggi dalam cm) – 4,7(usia dalam tahun)
Setelah ditentukan BEE, menghitung kebutuhan kalori dengan memasukan faktor pengali. Faktor pengali yang dimaksud adalah faktor aktivitas (FA) dimana:
1,2 untuk aktivitas rendah,
1,3 untuk aktivitas sedang, dan
1,5 untuk tinggi
Faktor pengali berikutnya adalah faktor stress (FS) dimana:
1,0–1,1 untuk stres ringan,
1,2–1,4 untuk stres sedang, dan
1,5–2,0 untuk stres berat.
Jadi persamaan untuk kebutuhan kalori menjadi:
Kebutuhan kalori = BEE x FA x FS
Adapun untuk lebih mudah, dapat menggunakan kalkulator berikut ini:
Referensi
Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF, editors. Buku ajar ilmu penyakit dalam. 6th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014.
Estimated glomerular filtration rate (eGFR) atau perkiraan lajut filtrasi glomerular adalah parameter yang digunakan untuk menilai fungsi ginjal. eGFR ini diperoleh dari hasil uji kreatinin darah yang kemudian diplot atau dihubungkan dengan besaran laju filtrasi glomerular. Satuan dari eGFR ini adalah mL/menit/1,73 m2. Untuk mendapatkan nilai eGFR ini digunakan rumus tertentu. Adapun rumus perhitungan eGFR berdasarkan CKD-EPI 2021 (Chronic Kidney …
Pada kondisi hipoglikemia berat atau lanjut maka diperlukan pemberian glukosa intravena berupa cairan dekstrosa. Cairan dekstrosa yang diberikan setara dengan 20-50 gram dekstrosa. Adapun besaran volume yang dibutuhkan tentu disesuaikan dengan cairan dekstrosa yang tersedia. Untuk memudahkan, dapat menggunakan cara penghitungan di bawah ini: Adapun protokol penanganan kasus hipoglikemia berat atau lanjut adalah sebagai berikut: Adapun untuk pembahasan mengenai hipoglikemia …
Gangguan kecemasan seringkali kita dapat pada praktek sehari-hari. Selain melakukan anamesis atau wawancara yang detil, kita juga bisa menggunakan skala penilaian psikiatrik unuk gangguan kecemasan telah dikembangkan untuk melihat seberapa besar tingkat keparahan seseorang mengalami gangguan kecemasan. Salah satu skala penilaian yang paling sering digunakan adalah Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). HARS menggunakan serangkaian pertanyaan dengan jawaban yang harus diisi …
Steroid sering kali dipakai dengan standar kekuatan setara prednison. Berikut ini adalah kalkulator konversi dosis steroid dalam mengubah atau mengonversi dosis beberapa jenis steroid yang sering tersedia. Adapun dasar dari perhitungan kalkulator tersebut adalah sebagai berikut: Jenis steroid Pemberian Dosis equivalen (mg) Durasi kerja Betametason IV 0,75 Lama (36-72 jam) Kortison PO 25 Pendek (8-12 jam) Deksametason IV atau PO …
Skor SOFA atau sequential organ failure assessment merupakan alat ukur kemungkinan mortalitas berdasarkan derajat gangguan atau disfungsi dari enam sistem organ. Umumnya dihitung saat pasien masuk dan dinilai ulang setiap 24 jam. Umumnya dipakai untuk pasien yang dirawat secara intensif atau dalam kondisi penyakit yang berat termasuk sepsis dan Covid-19 yang berat atau kritis. Adapun komponen maupun kalkulator yang dipakai …