Gambaran Radiologis Sirosis Hati

Cecep Suryani Sobur Hepatologi, Kedokteran Leave a Comment

Mengenal gambaran radiologis sirosis hati penting dalam diagnosis penyakit sirosis hati. Hal ini terutama untuk menghindari dilakukannya biopsi hati. Walaupun pemeriksaan baku emas untuk sirosis hati adalah biopsi, namun dikarenakan hal tersebut tindakan invasif dan memerlukan kualitas spesimen yang memadai, maka tindakan biopsi hanya dilakukan apabila hasil pemeriksaan non invasif lain inkonklusif.

Modalitas radiologis dalam pencitraan sirosis sendiri beragam. Ultrasonografi adalah modalitas yang cukup baik digunakan, tidak menggunakan radiasi pengion, dan terjangkau. Adapun pemeriksaan lain yang dapat digunakan adalah CT-scan dan MRI. Di praktek sehari-hari USG merupakan sarana modalitasa diagnosis sirosis yang paling penting karena cost effective. Mengenai bagaimana rangkaian diagnosis dan tatalaksana dari sirosis hati sendiri, dapat disimak di tautan ini.

Gambaran USG Sirosis Hati

Pada sirosis yang lanjut, gambaran radiologis sirosis hati cukup khas. Gambaran USG hati yang mengalami sirosis perubahan morfologi atau bentuk hati berupa permukaan yang tidak rata, bernodul (bergelombang), ukuran hati mengecil, ketiadaan struktur pembuluh darah di hati, dan parenkim yang kasar. Mari kita coba melihat contoh gambaran hati normal:

Contoh gambaran USG hati  normal
Gambaran USG hati normal

Di gambar di atas, tampak ukuran hati yang cukup, kurang lebih 13 cm ukuran antero-posterior, kemudian permukaannya licin atau rata, ekhogenitas parenkim homogen setara parenkim ginjal, dan kita lihat struktur pembuluh darahnya jelas. Di bawah ini kita coba bandingkan dengan kondisi sirosis yang lanjut:

Gambaran USG sirosis hati
Gambar USG hati yang sirosis.

Pada gambar di atas, tampak ciri khas gambaran radiologis sirosis hati. Ukuran hati mengecil, permukaan tidak rata, ekhogenitas parenkim imhomogen, struktur vaskularisasi menghilang, dan sekelilingnya tampak hati tampak anekhoik yang merupakan gambaran adanya asites.

Dari gambar di atas, memang USG cukup akurat dalam mendiagnosis penyakit sirosis terutama sirosis yang lanjut. Selain itu USG juga relatif terjangkau dan fasilitasnya ada di mana-mana. Namun, kelemahan terbesar dari USG adalah sangat tergantung kemahiran dan pemeriksa atau operator alat USG.

Gambaran CT-Scan dan MRI Sirosis Hati

CT-scan maupun MRI juga dapat digunakan sebagai modalitas untuk melihat gambaran radiologis sirosis hati. Pemeriksaan ini juga lebih menguntungkan karena tidak tergantung dari keterampilan pemeriksa. Namun, harga pemeriksaan jauh lebih mahal dan ketersediannya juga tidak seluas atau semerata pemeriksaan USG.

Adapun untuk gambaran radiologis sirosis pada pemeriksaan CT-scan dan MRI pada dasarnya mirip dengan USG. Di bawah ini adalah contoh gambaran CT-scan dan MRI dari sirosis hati:

Gambaran CT scan sirosis hati
Contoh gambaran CT-scan dengan kontras dari hati yang sirosis

Dari contoh gambaran di atas, tampak bahwa ukuran hati yang mengecil, disertai dengan permukaan hati yang tidak rata serta sudut hati yang tumpul. Selain itu pada gambar tersebut tampak arteri hepatika yang berkelok-kelok.

Gambaran MRI sirosis hati
MRI axial T1 fat saturated postcontrast GRE dari hati yang mengalami sirosis

Dari gambaran MRI di atas pun tampak jelas karakter khas dari sirosis. Jadi, dengan pemeriksaan baik USG, CT-scan, maupun MRI kita dapat menegakan diagnosis sirosis tanpa perlu melakukan biopsi hati.

Kesimpulan

Pemeriksaan radiologi memegang peranan penting dalam diagnosis sirosis. Selain mudah, pemeriksaan pencitraan juga bersifat invasif sehingga risiko pemeriksaan rendah. Saat ini, USG merupakan teknik pencitraan utama dalam diagnosis sirosis. Selain mudah dan terjangkau, USG juga tidak menggunakan radiasi pengion dan tersedia lebih luas dibandingkan dengan MRI atau CT-scan.

Sumber

  1. Kreuer S, Elgethun M, Tommack M. Imaging Findings of Cirrhosis. 2016;5(2):5–13.
  2. Yeom SK, Lee CH, Cha SH, Park CM. Prediction of liver cirrhosis, using diagnostic imaging tools. World J Hepatol. 2015;7(17):2069–79.

Tinggalkan Balasan