Panduan Nutrisi untuk Hiperurisemia dan Gout

Cecep Suryani Sobur Kedokteran, Rheumatologi Leave a Comment

Salah satu kunci penanganan gout adalah pengaturan nutrisi untuk hiperurisemia. Hiperurisemia menyebabkan penyakit asam urat atau dalam istilah kedokteran dinamakan radang sendi gout atau singkatnya gout. Dalam keseharian, sering kita mendengar teman, saudara, atau orang tua kita yang mengeluh sakit asam urat. Sering pula kita temukan saran bahwa penderita gout tidak boleh makan sayuran hijau. Benarkah, atau apakah hal tersebut merupakan sesuatu yang salah kaprah? Berikut ini adalah penjelasan mengenai panduan nutrisi hiperurisemia termasuk membahas makanan yang dapat mencetuskan serangan gout atau radang sendi karena asam urat, serta saran makanan yang disarankan pada penderita penyakit ini.

Hiperurisemia dan Gout

Gout merupakan penyakit yang disebabkan karena peningkatan kadar asam urat dalam tubuh manusia. Gejala utamanya adalah peradangan sendi dimana yang khas adalah sendi pada kaki. Biasanya bila serangan pertama kali muncul radang kemerahan, bengkak, sangat nyeri, yang biasanya membaik dalam waktu satu atau dua hari dengan sendirinya. Pembengkakan tersebut dipicu oleh munculnya kristal asam urat dalam cairan sendi. Jika berlanjut, kristal ini juga akan muncul pada tempat lain di luar sendi yang tampak seperti benjolan yang juga dapat meradang. Benjolan ini kita namakan tophus. Selain itu, asam urat juga dapat membentuk batu asam urat di ginjal sehingga penderita juga rentan terhadap penyakit batu ginjal. Di bawah ini adalah gambar dari podagra atau serangan akut pada gout:

Gambaran podagra pada serangan gout
Gambaran serangan akut gout atau podagra. Kaki tampak kemerahan dan bengkak. Gejala nyeri yang ditimbulkan luar biasa.

Adapun gambar atau ilustrasi di bawah ini adalah gambaran tophus atau deposit asam urat di luar sendi yang merupakan ciri dari gout kronik:

Tophus akibat kronik dari hiperurisemia
Gambaran tophus pada gout kronik

Tentu untuk mencegah serangan atau munculnya tophus, kita harus mengurangi kadar asam urat dalam darah. Asam urat merupakan produk samping dari inti sel tubuh kita sendiri. DNA akan dipecah menjadi purin dan pirimidin dimana purin berakhir sebagai asam urat. Pada hewan selain manusia dan kera besar, asam urat ini akan dipecah oleh enzim uricase menjadi alantoin yang kemudian dapat dibuang ke dalam cairan kencing. Namun, manusia dan kera besar tidak memiliki enzim ini sehingga kita tidak pernah menemukan penyakit asam urat pada kerbau, sapi, ayam, atau kambing. Untuk paparan mengenai penyakit gout, dapat dilihat di artikel di bawah ini:

Makanan atau Minuman Peningkat Asam Urat

Inti utama dari panduan nutrisi untuk hiperurisemia adalah membatasi asupan makanan yang bisa menaikan kadar asam urat dan mencetuskan serangan gout. Selain dari tubuh kita sendiri, asam urat juga berasal dari makanan. Beberapa makanan tertentu dapat menaikan asam urat. Berikut adalah makanan yang dapat menyebabkan kenaikan asam urat:

  • Daging dan seafood. Ternyata benar, kedua makanan ini dapat meningkatkan kadar asam urat. Jadi, diusahakan untuk mengurangi atau menhindari makanan tersebut bila tidak ingin gout kambuh.
  • Minuman beralkohol. Minuman seperti beer, sangat berpotensi meningkatkan kadar asam urat. Jadi, selain dilarang oleh agama, juga meningkatkan kadar asam urat.
  • Minuman tinggi fruktosa. Fruktosa adalah komponen gula pasir sehingga minuman dengan kandungan gula tinggi seperti soda, minuman ringan, bisa memicu serangan gout

Ternyata sayuran hijau walaupun mengandung tinggi purin, tidak menyebabkan peningkatan asam urat. Malah sebagai makanan sehat, harus dikonsumsi dalam jumlah yang cukup. Konsumsi kopi ternyata dapat menurunkan kadar asam urat sedangkan teh, tidak meningkatkan kadar asam urat. Tentu saja asalkan tidak ditambah dengan gula yang banyak. Suplemen lain yang mengurangi asam urat adalah vitamin C dan susu. Berikut ini adalah panduan nutrisi hiperurisemia pada kondisi penyakit gout.

Saat serangan

  • Minum air putih yang cukup
  • Tidak boleh konsumsi alcohol
  • Kurangi konsumsi daging
  • Sumber protein yang boleh yaitu susu, telur, tahu

Jangka panjang

  • Turunkan berat badan dan olah raga
  • Konsumsi protein nabati ditingkatkan yaitu kacang-kacangan, buah-buahan, whole grain
  • Minum susu teratur setiap hari
  • Hindari beer, alkohol, minuman soda
  • Vitamin C 500 mg per hari
  • Minum kopi rutin

Buku Referensi Kedokteran

Berikut ini adalah beberapa buku teks yang dapat dipilih sebagai bahan pembelajaran khususnya di bidang ilmu dasar kedokteran dan penyakit dalam. Format dapat berupa buku teks fisik maupun e-book (aplikasi Kindle Google Play Store atau Apple Apps Store). Adapun yang sering saya pakai misalnya:

Perlu saya informasikan apabila Anda membeli e-book atau bentuk fisik buku tersebut lewat tautan atau pencarian di laman ini, maka Caiherang akan mendapat komisi dari pembelian tersebut. Dana yang diperoleh akan dipakai untuk pemeliharaan rutin seperti server, plug-in, design software, dan keperluan lainnya baik untu keperluan rutin maupun perbaikan dari website Caiherang ini.

Kesimpulan

Dari paparan di atas, jelas bahwa salah satu mitos mengenai nutrisi untuk hiperurisemia yaitu sayuran hijau tidak dilarang untuk penderita asam urat. Justru sebaliknya, sayuran hijau adalah salah satu makanan yang dianjurkan dikonsumsi untuk penderita asam urat. Memang sebenarnya perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai bagaimana pengaruh sayuran terhadap penyakit gout. Tidak dipungkiri bahwa banyak penderita asam urat yang mengaku goutnya kambuh setelah mengonsumsi sayuran hijau. Memang diperlukan pertanyaan mendalam apakah ada makanan lain yang turut dikonsumsi di saat yang bersamaan. Yang jelas, dalam literatur maupun panduan klinis, sayuran hijau ternyata bukan merupakan makanan pencetus kejadian serangan gout akut. Selain dalam bentuk artikel, paparan mengenai panduan nutrisi asam urat dapat disimak di video di bawah ini:

Sumber

Beyl RN, Hughes L, Morgan S. Update on Importance of Diet in Gout. Am J Med. 2016;129(11):1153–8.

Tinggalkan Balasan