Kardiotoksisitas Akibat Anthracycline

Cecep Suryani Sobur Hematologi - Onkologi Medik, Kardiologi, Kedokteran Leave a Comment

Kardiotoksisitas akibat anthracycline adalah salah satu efek samping yang penting yang harus diwaspadai. Selain penggunaan luas anthracycline pada berbagai jenis terapi kanker, efek samping ini dapat fatal namun dapat dihindari dengan memperhatikan dosis dari obat ini

Golongan Agen Kemoterapi Anthracycline

Anthracycline adalah kelompok agen kemoterapi derivat antibiotik dari jamur Streptomyces peucetius var. caesius. Termasuk ke dalam kelompok obat kemoterapi ini adalah doxorubyxyin, daunorubycin, idarubicin, dan epirubicin. Di bawah ini adalah gambar struktur dari kelompok kemoterapi anthracycline:

Gambar struktur anthracycline
Gambar struktur anthracycline

Anthracycline memiliki beberapa mekanisme kerja yaitu yang paling utama adalah menghambat kerja dari topoisomerase II sehingga memutus struktur DNA serta dapat memproduksi radikal bebas karena terdapatnya struktur gugus quinone. Di bawah ini adalah video mengenai bagaimana cara kerja topoisomerase 1 dan 2.

Prevalensi Kardiotoksisitas Akibat Anthracycline

Secara umum, dari penelitian memperlihatkan 2% dari pasien kanker yang menerima kemoterapi anthracycline menunjukan gejala gagal jantung. Namun, apabila diperiksa lebih teliti, didapatkan bahwa terdapat peningkatan tajam pada penderita yang menerima dosis kumulatif doxorubicin lebih dari 550 mg/m2. Di bawah ini adalah data kejadian gagal jantung berdasarkan dosis doxorubicin:

Dosis kumulatif (mg/m2) Prevalensi CHF (%)
150 0,2
300 1,6
450 3,3
600 8,7

Sumber: Volkova M, Russell R. Curr Cardiol Rev. 2012;7(4):214–20.

Mekanisme Kardiotoksisitas Akibat Anthracycline

Kardiotoksisitas akibat antracycline dikelompokan ke dalam dua tipe:

  1. Tipe I disebabkan oleh kematian sel otot dari jantung dan merupakan proses yang irreversible.
  2. Tipe II disebabkan karena disfungsi sel otot jantung dan bersifat reversible.

Kardiotoksisitas yang terjadi tersebut lebih utama karena terbentuknya radikal bebas. Radikal bebas ini terbentuk karena reaksi gugus quinone dengan NADH dehidrogenase di komples respirasi I mitokondria membentuk radikal semiquinone. Radikal ini kemudian akan berpropagasi dengan oksigen membentuk radikal superoksida.

Interaksi anthracycline dengan besi juga akan menyebabkan reaksi Fenton dengan konversi pembentukan hidrogen peroksida yang dikatalisasi oleh ion besi. Sepertinya sel otot jantung sangat rentan terhadap radikal bebas ini karena beban stres oksidatif yang tinggi. Adapun proses hubungan radikal bebas dan apoptosis dapat dilihat pada bagan di bawah ini:

Mekanisme kardiotoksisitas akibat anthracycline
Mekanisme kardiotoksisitas akibat anthracycline

Faktor Risiko Kardiotoksisitas

Untuk menghindari terjadinya kardiotoksisitas ini, maka harus dinilai terlebih dahulu faktor risiko kardiotoksisitas yaitu sebagai berikut:

  • Usia >65 tahun atau <4 tahun
  • Wanita
  • Hipertensi
  • Penyakit jantung yang sudah ada
  • Radiasi mediastinal
  • Pengobatan dengan cyclophosphamide, paclitaxel, atau trastuzumab
  • Dosis kumulatif anthracycline sebelumnya
  • Dosis individual anthracycline yang lebih tinggi

Pencegahan Kardiotoksisitas

Selain melakukan penilaian risiko kardiotoksisitas, beberapa cara juga dapat digunakan untuk mencegah efek samping ini. Cara tersebut adalah sebagai berikut:

  • Diberikan dalam sediaan PEGylated liposomal. Bentuk sediaan ini dapat menurunkan kardiotoksisitas bahkan di atas 500 mg/m2.
  • Pemberian dexrazoxane dipertimbangkan hanya apabila dosis doxorubicin yang diberikan >300 mg/m2. Pemebrian dexrazoxane dikhawatirkan mengurangi efikasi dari doxorubicin.
  • Beberapa penelitian menunjukan pemberian carvedilol memberikan efek antioksidan dan dapat mengurangi karidotoksisitas akibat anthracycline.

Dosis maksimal pemberian doxorubicin maksimal 550 mg/m2 pada dewasa kecuali dalam kondisi khusus atau 300 mg/m2 pada anak-anak.

Pengobatan Kardiotoksisitas Akibat Anthracycline

Tidak ada pengobatan khusus yang diberikan apabila ada gagal jantung akibat obat ini. Terapi yang diberikan biasanya mengikuti tatalaksana pengobatan gagal jantung pada umumnya.

Kesimpulan

Anthracycline adalah salah satu kelompok kemoterapi yang penting dalam pengobatan penyakit kanker. Namun, seringkali memberi masalah terutama karena efek kardiotoksisitas yang dimiliki. Monitoring yang ketat pada pasien yang menggunakan obat ini penting dilakukan terutama apabila dosis yang diberikan tinggi dan diharapkan maksimal 550 mg/m2 atau maksimal 300 mg/m2 pada anak-anak.

Sumber

  1. Barrett S V., Cassidy J. Conventional Chemotherapeutics. In: The Cancer Handbook. Chichester, UK: John Wiley & Sons, Ltd; 2007.
  2. Volkova M, Russell R. Anthracycline Cardiotoxicity: Prevalence, Pathogenesis and Treatment. Curr Cardiol Rev. 2012;7(4):214–20.

Tinggalkan Balasan