Mikrobiota Usus: “Hutan” dalam Perut Manusia

Cecep Suryani Sobur Gastroenterologi, Kedokteran Leave a Comment

Manusia tidak bisa hidup sendirian. Diluar sifat manusia sebagai makhluk sosial, secara biologis tubuh kita pun tidak bisa bertahan tanpa makhluk hidup lainnya. Tentu tidak hanya sebagai bahan makanan, tapi lebih dari itu. Tubuh kita selain terdiri dari sel, organ, dan sistem organ, ternyata juga ditunjang oleh keberadaan mikrobiota yang disebut flora normal termasuk ke dalamnya mikrobiota usus.

Flora normal adalah sebutan untuk makhluk renik yang hidup “menumpang” di tubuh kita. Mereka tidak hanya menumpang, namun juga membutuhkan manusia untuk hidup. Ternyata, tubuh kita pun juga mengambil keuntungan dari keberadaan flora normal ini. Ibarat yang punya tempat tinggal, tubuh kita juga menerima “uang sewa” dari penumpang ini.

Salah satu tempat tubuh kita yang merupakan tempat penting bagi flora normal adalah usus kita atau tepatnya kolon atau usus besar. Di kolon, hidup begitu banyak flora normal mulai dari jamur, bakteri, sampai virus. Keberadaanya cukup bermakna karena kalau ditimbang bisa sampai 2 kg. Hubungan flora normal dengan usus kita lengkap seperti ekosistem. Ada lingkungan penyedia energi lengkap dengan rantai makanan. Ibaratnya, usus kita bagaikan hutan di mana usus menyediakan lingkungan yang kaya makanan dan ditempati oleh beragam makhluk hidup yang kemudian hidup sejahtera di sana.

Salah satu tempat tubuh kita yang merupakan tempat penting bagi flora normal adalah usus kita atau tepatnya kolon atau usus besar. Di kolon, hidup begitu banyak flora normal mulai dari jamur, bakteri, sampai virus. Keberadaanya cukup bermakna karena kalau ditimbang bisa sampai 2 kg. Hubungan flora normal dengan usus kita lengkap seperti ekosistem. Ada lingkungan penyedia energi lengkap dengan rantai makanan. Ibaratnya, usus kita bagaikan hutan di mana usus menyediakan lingkungan yang kaya makanan dan ditempati oleh beragam makhluk hidup yang kemudian hidup sejahtera di sana.

Komposisi dan Struktur Mikrobiota Usus Manusia

Salah satu kemajuan dalam penelitian mengenai mikrobiota usus adalah tersedianya teknik sekuensing DNA yang murah dan massif. Metode yang banyak digunakan adalah dengan mendeteksi gene yang membentuk RNA ribosomal (rRBA) 16S dari bakteri. Dengan cara tersebut, sampai saat ini diperoleh data kira-kira 2172 spesies.

Spesies-spesies bakteri tersebut terdiri dari 12 pyla dan 93,5% merupakan anggota dari Proteobacteria, Firmucites, Actinobacteria, dan Bacterioides. Sekitar 386 diantaranya merupakan obligat anaerob. Artinya, hanya bisa hidup dalam lingkungan atau situasi anaerob.

Perkembangan Mikrobiota Usus pada Manusia

Bayi baru lahir memiliki usus yang steril, tidak dihinggapi oleh makhluk hidup lain. Segera setelah lahir, saluran cerna manusia dengan cepat mulai dikolonisasi oleh bakteri. Bayi yang lahir dengan cara normal atau pervaginam dalam beberapa hari pertama dikolonisasi terutama oleh lactobacilli.

Bayi yang lahir dari sectio caesaria terlambat dikolonisasi oleh genus Bacterioides dan dikolonisasi terutama oleh bakteri anaerob fakultatif etrutama spesies Clostridium. Pada masa-msa awal ini, mikrobiota usus didominasi oleh Actinobacteria dan Proteobacteria.

Pada usia satu tahun, mikrobiota usus sudah mulai seperti dewasa. Seiring bertambah usia secara komposisi, diversitas, dan kapabilitas fungsional akan seperti usus orang dewasa pada usia 2,5 tahun. Setelah itu, biasanya komposisi mikrobiota akan stabil sampai usia >65 tahun dimana diversitas mikrobiota akan mulai berkurang. Salah satu proses perubahan yang penting dalam usus populasi lansia adalah berkurangnya kapasitas mikrobiota yang memproses asam lemak rantai pendek dan meningkatnya proses proteolitik. Asam lemak rantai pendek ini penting dalam proses metabolik dan mediator imun. Diperkirakan salah satu proses penuaan karena inflamasi dipengaruhi penurunan fungsi mikrobiota usus dalam memproses asam lemak rantai pendek.

Biogeografi Mikrobiota Usus Manusia

Tidak setiap tempat di saluran cerna manusia memiliki mikrobiota yang sama. Di lambung, karena pH yang sangat asam, hampir tidak ada flora normal yang dapat bertahan hidup. Usus kecil juga memiliki keasaman yang relatif tinggi disertai tingginya kadar oksigen, dan waktu transit yang pendek. Dalam keadaan normal usus kecil manusia sedikit dihinggapi oleh bakteri. Hanya baketri yang dapat berkembang ccepat, bersifat fakultatif aerob, serta yang mampu menempel di epitel usus yang dapat berkembang.

Usus besar adalah tempat yang paling cocok ditinggali oleh bakteri. Kebanyakan bakteri yang hidup di usus besar adalah bakteri yang mampu menerna karbohidrat komplek yang tidak tercerna di usus kecil. Di usus besar atau kolon, bakteri yang mendominasi adalah Prevotellaceae, Lachnospiraceae, dan Rikenellaceae. Di bawah ini adalah bagan mengenai perbedaan bakteri berdasarkan lingkungan sakuran cerna.

Jenis-jenis mikrobiota usus
Jenis-jenis mikrobiota usus

Manfaat Flora Normal Bagi Tubuh Manusia

Flora normal ini sangat bermanfaat bagi tubuh kita. Bisa menstimulasi sistem imunitas, membantu mengolah makanan khususnya mikronutrien yang penting bagi tubuh kita (contoh vitamin K), dan sebagai salah satu bagian dari pertahanan tubuh melawan penyakit. Keseimbangan flora yang normal yang baik penting bagi tubuh kita.

Beberapa penyakit dihubungkan dengan gangguan pada keseimbangan flora normal di usus mulai dari kanker, IBS, sampai mood atau kondisi psikologis. Menjaga keseimbangan flora normal yang sehat dapat diperoleh melalui asupan makanan yang sehat, aktivitas fisik yang baik, serta hati-hati dalam mengonsumsi obat antibiotik.

Memang saat ini metode  banyak digunakan untuk memperbaiki keseimbangan flora normal usus adalah pre- dan probiotik. Prebiotik artinya bahan makanan yang penting bagi bakteri usus sedangkan probiotik adalah bakteri usus yang sudah diteliti memiliki peranan yang baik bagi kesehatan tubuh. Penggunaannya selain sebagai suplemen makanan, digunakan pula pada keadaan diare akut, IBS, infeksi Clostridium difficille, dsb. Bahkan saat ini ada upaya mencangkokkan feses atau kotoran dari orang yang sehat ke usus yang sakit. Beberapa penelitian menunjukan bahwa cara ini terbukti bermanfaat.

Buku Referensi Kedokteran

Berikut ini adalah beberapa buku teks yang dapat dipilih sebagai bahan pembelajaran khususnya di bidang ilmu dasar kedokteran dan penyakit dalam. Format dapat berupa buku teks fisik maupun e-book (aplikasi Kindle Google Play Store atau Apple Apps Store). Adapun yang sering saya pakai misalnya:

Perlu saya informasikan apabila Anda membeli e-book atau bentuk fisik buku tersebut lewat tautan atau pencarian di laman ini, maka Caiherang akan mendapat komisi dari pembelian tersebut. Dana yang diperoleh akan dipakai untuk pemeliharaan rutin seperti server, plug-in, design software, dan keperluan lainnya baik untu keperluan rutin maupun perbaikan dari website Caiherang ini.

Simpulan

Dibalik begitu banyak peranan yang ada pada flora normal usus, maka penting bagi kita memahami dan meneliti lebih lanjut mengenai flora usus kita. Dengan begitu banyak jenis makhluk hidup yang ada pada usus kita, memang saat ini kita belum mengetahui seberapa banyak dan spesies mana saja yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh manusia.  Diperlukan penelitian lebih lanjut khususnya flora normal yang ada di Indonesia. Dengan diet yang beragam serta kondisi di lingkungan tropis, tentu kondisi flora normal usus orang Indonesia bisa sangat berbeda dengan populasi lain. Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat membawa sedikit tambahan pengetahuan mengenai kesehatan tubuh kita.

Sumber

  1. Gupta S, Allen-Vercoe E, Petrof EO. Fecal microbiota transplantation: in perspective. Therap Adv Gastroenterol. 2016 Mar 11;9(2):229–39.
  2. Lozupone CA, Stombaugh JI, Gordon JI, Jansson JK, Knight R. Diversity, stability and resilience of the human gut microbiota. Nature. 2012;489(7415):220–30.
  3. Thursby E, Juge N. Introduction to the human gut microbiota. Biochem J. 2017;474(11):1823–36.

Tinggalkan Balasan