Site icon Caiherang

Penyakit Kardiovaskuler pada Kehamilan: Tinjauan Umum

Penyakit kardiovaskuler pada kehamilan penting diperhatikan karena seiring dengan perubahan pola demografi dari penduduk, semakin bertambah usia wanita dengan yang mengalami kehamilan pertama. Dari data demografi, terdapat 10 negara dengan usia rerata kehamilan pertama dalam rentang 28-31 tahun. Sebenarnya peningkatan tersebut masih tergolong usia muda dan jumlah kasus penyakit kardiovaskular pada kehamilan dalam rentang usia tersebut tidak meningkat secara signifikan. Akan tetapi, kehamilan pada usia 40-50 tahun disertai dengan peningkatan prevalensi signifikan penyakit kardiovaskular yang menyertai.

Penyakit kardiovaskular yang menyertai kehamilan pada usia lanjut tersebut adalah faktor risiko kardiovaskuler seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas. Selain faktor risiko tersebut, sekarang ini juga bertambah jumlah penderita paenyakit jantung bawaan yang masuk masa usia subur.

Di Indonesia, kematian pada kehamilan masih didominasi oleh kasus perdarahan saat persalinan. Namun, di negara barat, kematian akibat perdarahan sudah sangat kecil dan diganti oleh kematian ibu hamil akibat penyakit jantung.

Hipertensi adalah penyakit kardiovaskuler yang paling sering menyertai saat kehamilan. Adapun penyakit jantung berupa penyakit jantung bawaan menjadi penyakit jantung yang paling banyak didapat di negara barat. Adapun di negara berkembang, penyakit jantung rheumatik menempati urutan penyakit jantung nomor satu yang menyertai kehamilan.

Penyakit kardiomiopati jarang terjadi, namun menajdi perhatian perhatian karena biasanya dijumpai dengan klinis yang berat. Sebenarnya, bagaimana kehamilan mempengaruhi kerja jantung?

Adaptasi Tubuh Saat Periode Kehamilan

Perubahan fisiologis tubuh wanita hamil berdasarkan fakta bahwa tubuh si ibu perlu menopang kebutuhan hidup dirinya sendiri dan janin yang dikandungnya. Selain itu, perubahan hemodinamik baik saat maupun setelah melahirkan juga berpengaruh terhadap kerja jantung. Berikut ini adalah perubahan dan efek perubahan selama kehamilan pada sistem kardiovaskuler:

Menilai Risiko Penyakit Kardiovaskular pada Kehamilan

Menentukan risiko kardiovaskular pada kehamilan meliputi risiko pada ibu, saat kelahiran, dan hasil dari janin. Terdapat pembagian risiko kehamilan dengan penyakit kardiovaskuler berupa kalsifikasi modified WHO (mWHO) dengan pembagian risiko sebagai berikut:

mWHO ImWHO IImWHO II-IIImWHO IIImWHO IV
DiagnosisKelainan kecil atau ringan:
- stenosis paru
- PDA
-prolaps mitral
ASD atau VSD yang tidak dioperasiGangguan ventrikel ringan (EF>45%)Gangguan ventrikel kiri sedang (EF 30-45%)PH
ToF yang direpairKardiomiopati hipertrofiRiwayat kardiomiopati pospartum tanpa adanya gangguan ventrikel kiri residualDisfungsi ventrikel kiri berat (EF <30% atau NYHA kelas III-IV)
Lesi sederhana yang berhasil di perbaiki (ASD, Aritmia kebanyakan (SVT)Penyakit katup atau jaringan yang tidak termasuk WHO I atau IV (stenosis mitral ringan, stenosis aorta moderate)Ventrikel kanan sistemik dengan fungsi ventrikel baik atau sedikit berkurangRiwayat kardiomiopati postpartum dengan gangguan fungsi LV
VSD, PDA, anomalous pulmonary venous drainage)Sindrom Turner tanpa dilatasi aortaMarfan atau sindrom HTAD lainnya tanpa dilatasi aortaKatup mekanikMS berat
Denyut ektopik dan terisolasi baik atrial maupun ventrikularPatologi katup aorta bikuspid dengan diameter aorta <45 mmSirkulasi Fontan, jika pasien baik dan tanpa komplikasi kardiakAS berat simtomatik
Koarktasio aorta yang sudah direpairPenyakit jantung sianotik yang belum direpairVentrikel kanan sistemik dengan fungsi venrikel menurun sedang-berat
Atrioventricular septal defectPenyakit jantung kompleks lainnyaFontan dengan komplikasi apapun
MS sedangEhelrs-Danlos vaskuler
AS berat asimtomatik(re)koarktasio berat
Dilatasi aorta sedang (40-45 mm pada sindrom Marfan atau HTAD lainnya: 45-50 mm pada katup aorta bikuspid, sindrom Turner ASI 20-25 mm/m2,, ToF <50 mm)Dilatasi aorta berat (>45 mm sindrom Marfan atau HTAD lainnya, >50 mm pada katup aorta bikuspid, sindrom Turner ASI >25 mm/m2, ToF >50 mm)
Takikardia ventrikular
RisikoTidak terdeteksi adanya risiko mortalitas ibu dan tidak ada atau sedikit peningkatan morbiditasPeningkatan sedikit risiko mortalitas ibu dan peningkatan moderate morbiditasPeningkatan mortalitas ibu sedang atau morbiditas meningakt sedang-beratRisiko mortalitas ibu meningkat signifikan atau risiko morbiditas beratRisiko mortalitas tinggi sekali atau morbiditas berat
Rerata kejadian kardiak maternal2,5-5%5,7-10,5%10-19%19-27%40-100%
KonselingYaYaYaYa, konseling ahli diperlukanYa, kontraindikasi kehamilan, jika hamil, didiskusikan mengenai terminasi
Layanan saat kehamilanRS lokalRS lokalRS rujukanPusat layanan kehamilan dan jantung berpengalamanPusat layanan kehamilan dan jantung berpengalaman
Follow up minimalsatu-dua kaliSatu kali per trimesterDua bulan sekaliSatu atau dua bulan sekaliBulanan
Tempat kelahiranRS lokalRS lokalRS rujukanPusat layanan kehamilan dan jantung berpengalamanPusat layanan kehamilan dan jantung berpengalaman
ASI = aortic size index; EF = ejection fraction; HTAD = heritable thoracic aortic disease; mWHO = modified World Health Organization classification; NYHA = New York Heart Association; WHO = World Health Organization

Selain risiko kehamilan, terdapat pula penilaian prediksi atau kemungkinan lauran ibu maupun bayi sebagai berikut:

Prediktor kejadian kardiovaskular ibuKejadian neonatal
Riwayat cardiac event (HF, TIA, stroke, aritmia)NYHA kelas III/IV atau sianosis saat pemeriksaan pre natal
NYHA kelas III/IVObstruksi jantung kiri ibu
Obstruksi jantung kiri (sedang-berat)Merokok saat hamil
Penurunan fungsi sistolik sistemik (EF<40%)Saturasi oksigen ibu rendah (<90%)
Fungsi ventrikel subpulmonal berkurang (TAPSE <16 mm)Gestasi multipel, penggunaan antikoagulan saat kehamilan
Regurgitasi katup atrioventrikuler sistemik (sedang-berat)Obat-obatan jantung sebelum hamil. Penyakit jantung sianotik saat lahir
Regurgitasi katup atrioventrikuler paru (sedang-berat)Katup mekanik prostetik
PHKejadian jantung maternal saat kehamilan
Obat-obatan jantung sebelum hamilBerkurangnya cardiac output ibu saat kehamilan
Sianosis (saturasi <90%)Aliran uteroplasental Doppler abnormal
NT-proBNP > 128 pg/mL saat kehamilan 20 minggu prediksi kejadian pada kehamilan lanjut
Riwayat merokok
Katup mekanik prostetik
Penyakit jantung sianotik repaired atau unrepaired
NT-proBNP = N-terminal pro B-type natriuretic peptide; NYHA = New York Heart Association; TAPSE = tricuspid annular plane systolic excursion.

Diagnosis Penyakit Kardiovaskular pada Kehamilan

Cara menilai kardiovaskular pada kehamilan agak berbeda. Hal ini dikarenakan ada kesulitan seperti perubahan fisiologis pada kehamilan yang mirip dengan penyakit kardiovaskular. Anamnesis dan pemeriksaan fisis yang teliti dapat mendeteksi kelainan kardiovaskuler yang dialami saat kehamilan. Fokus pada gejala sesak yang tidak wajar saat aktivitas dan adanya murmur sistolik maupun diastolik. Jika keduanya ada, dapat dilakukan pemeriksaan ekhokardiografi. Pemeriksaan tekanan darah harus menggunakan metode standar. Proteinuria harus dievaluasi terutama bila ada riwayat keluarga dengan hipertensi atau preeklampsia. Oksimetri harus diperiksa pada pasien hamil dengan penyakit jantung bawaan.

EKG pada Kehamilan

Hal yang perlu diperhatikan adalah perubahan posisi jantung saat kehamilan. Jantung menjadi berotasi ke kiri 15-20o sehingga menjadi deviasi ke kiri dari gambaran EKG. Beberapa perubahan yang biasa terjadi adalah perubahan segmen ST/T sementara, gelombang Q atau inversi T di lead III, peningkatan gelombang Q di lead aVF, inversi T di V1-V3. Perubahan tersebut dapat menyerupai perubahan EKG pada hipertensi dan gangguan struktur jantung lainnya. Pemeriksaan Holter dipertimbangkan apabila diketahui terdapat aritmia persisten atau paroksismal (VT, AF, flutter), atau terdapat gejala berdebar-debar.

Ekhokardiografi

Ekhokardiografi transtorakal merupakan pemeriksaan terpilih karena keamanan dan kemudahan pemeriksaan. Perubahan yang didapat saat kehamilan adalah adanya dilatasi ringan dari ruang jantung, perubahan ketebalan pada LV, dan peningkatan gradien tekanan dari katup. Ekhokardiografi transtorakal umumnya aman namun terdapat risiko muntah dan aspirasi serta peningkatan mendadak tekanan intra abdomen. Selain itu, saat tindakan juga diperlukan monitoring dari janin.

Exercise Testing

Tes olahraga acara fisiologis penting dilakukan pada keadaan terdapat kelainan jantung bawaan dan penyakit katup. Tes ini juga perlu dilakukan jika pasien akan merencanakan kehamilan. Kondisi nilai exercise testing yang masih dalam batas fisiologis pada pasien gangguan jantung adalah submaksimal (80% dari nilai prediksi laju jantung maksimal). Dikarenakan kondisi kehamilan sendiri adalah stres fisik, maka pemeriksaan tes stres baik dengan dobutamin maupun sepeda ergometri sebaiknya dihindari.

Paparan Radiasi Pengion pada Ibu Hamil dengan Penyakit Kardiovaskuler

Efek buruk dari radiasi pengion tergantung dari tahap kehamilan dan dosis radiasi yang terserap. Risiko tertinggi didapat jika terpapar pada tahap organogenesis dan tahap fetal awal. Risiko ini berkurang seiring bertambahnya trimester dan paling rendah pada trimester tiga.

Dosis radiasi yang bisa menyebabkan kelainan janin (gangguan pertumbuhan, penurunan intelektualitas, keganasan, dan defek neurologis) yaitu 100-200 mGy. Dosis >250 mGy biasanya akan menimbulkan kematian janin. Dosis 20 mGy dilaporkan dapat meningkatkan risiko keganasan di masa kanak-kanak. Malformasi yang terjadi akibat radiasi ini biasanya berupa gangguan susunan saraf pusat.

Pada umumnyam dosis paparan pada janin harus diusahakan serendah mungkin dengan level < 50 mGy. Rontgen toraks umumnya memberikan radiasi <0,01 mGy namun tetap saja, hanya dilakukan apabila tidak ada alternatif lainnya. Untuk menghindari paparan radiasi, USG toraks dapat dilakukan sebagai alternatif dari rontgen toraks.

Kateterisasi Jantung

Radiasi rata-rata yang terjadi pada abdomen yang tidak dilindungi sekitar 1,5 mGy pada kateterisasi jantung. Dari dosis tersebut <20% radiasi mengenai janin. Jika harus dilakukan kateterisasi jantung saat kehamilan, diupayakan dilakuka melalui pendekatan radial. Electrophysiology study saat kehamilan hanya dilakukan bila secara pengobatan refrakter dan menyebabkan gangguan hemodinamik. Untuk mengurangi dosis radiasi saat EP study, disarankan menggunakan electroanatomical mapping system.

MRI

MRI dilakukan apabila upaya diagnostik lain belum membawa kepada kepastian diagnostik. Pemeriksaan MRI juga lebih rendah risikonya terhadap janin daripada radiasi pengion. Efek kontras gadolinium pada kehamilan cukup krontroversial dan penggunaannya sebisa mungkin dihindari pada trimester pertama. Untuk menyusui, penggunaan kontras gadolinium dinyatakan aman karena ekskresi ke air susu ibu sangatlah kecil.

Tes dan Konseling Genetik

Kemungkinan adanya kemungkinan defek jantung yang diturunkan meningkat secara signifikan pada pasien dengan riwayat gangguan kardiovaskular pada orang tua mereka. Beberapa penyakit seperti sindrom Marfan, hyperthrophic cardiomyopathy (HCM), atau long QT syndrom (LQTS) memiliki risiko untuk diturunkan sebesar 50%. Konseling genetik penting untuk mempersiapkan secara dini terutama jika ada pilihan terapi untuk mengobati atau mengatasi kelainan tersebut. Beberapa keadaan yang menandakan perlunya konseling genetik adalah sebagai berikut:

Evaluasi Kesehatan Janin pada Ibu Hamil dengan Penyakit Kardiovaskuler

Salah satu yang dinilai adalah adanya kemungkinan janin mengalami gangguan kromosam serta kelainan jantung kongenital. Salah satu cara adalah mengukur ketebalan lipat nuchal pada usia kehamilan 12 minggu. Pada pemeriksaan tersebut, memilki sensitivitas 85% (95% CI 78-90%) dan spesifisitas 99% (95% CI 98-100%). Ukuran tebal lipat nuchal yan gnormal memiliki insidens kemungkinan gangguan jantung kongenital hanya 1/1000.

Untuk ibu dengan kelainan jantun gkongenital, maka dilakukan pemeriksaan enkhokardiografi janin pada usia kehamilam 19-22 mingu. Pada usia kehamilan etrebut, 45% dari semua kelainan jantung kongenital dapat teridentifikasi. Apabila terdapat kecurigaan gangguan jantung pada janin maka harud dilakukan:

Kemudian dilakukan pula evaluasi kesejahteraan janin untuk mendeteksi adanya hambatan pertumbuhan janin. Hal tersebut bermanfaat untuk menentukan waktu persalinan yang optimal dengan mempertimbangkan keselamatan ibu dan janinnya. Kemungkinan untuk disability-free survival meningkat sekitar ~2% tiap hari antara usia kehamilam 24-28 minggu dan 1% per hari setelahnya sampai usia kehamilan 32 minggu. Keputusan persalinan dapat dinilai dari pola aliran arteri umbilikalis dan duktus vensosus.

Intervensi pada Kondisi Penyakit Kardiovaskuler pada Kehamilan

Pemilihan Waktu Persalinan pada Ibu dengan Penyakit Kardiovaskuler pada Kehamilan

Perencanaan persalinan harus meliputi penjelasan detil mengenai induksi, manajemen persalinan, cara persalinan, dan survailans pascapersalinan. Harus diperhatikan pula aspek emosional, psikologis dari ibu, dan etika kedokteran. Perencanaan inipun harus dimengerti dan diketahui oleh pasien.

Pemilihan Persalinan pada Ibu dengan Penyakit Kardiovaskuler pada Kehamilan

Manajemen Persalinan pada Ibu Hamil dalam Pemakaian Antikoagulan

Perawatan Saat Persalinan pada Ibu dengan Penyakit Kardiovaskuler pada Kehamilan

Perawatan Pasca-Persalinan pada Ibu dengan Penyakit Kardiovaskuler pada Kehamilan

Infektif Endokarditis pada Kehamilan

Salah satu kondisi penyakit kardiovaskuler pada kehamilan yang penting adalah endokarditis infektif. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

Kontrasepsi dan Terminansi Kehamilan Ibu dengan Penyakit

Kesimpulan: Rekomonedasi Umum untuk Ibu dengan Penyakit Kardiovaskuler pada Kehamilan

Evaluasi sebelum dan saat hamil

Persalinan

Pemakaian Radiasi Pengion pada Kehamilan

Operasi CABG

Kondisi-kondisi Khusus Penyakit Kardiovaskuler pada Kehamilan

Kesimpulan

Penyakit jantung pada kehamilan dapat disebabkan karena kehamilan atau entitas penyakit yang berdiri sendiri namun diperberat oleh kondisi hamil. Kita ketahui bahwa saat hamil terjadi perubahan fisiologis dimana salah satunya harus dikompensasi oleh kerja jantung yang meningkat. Apabila tidak diantisipasi atau dimitigasi sebelumnya, penyakit jantung saat kehamilan dapat menjadi suatu keadaan yang penuh dilema dan memerlukan baik penanganan secara kerja tim dan pertimbangan etik yang mendalam.

Sumber

  1. Regitz-Zagrosek V, Roos-Hesselink JW, Bauersachs J, Blomström-Lundqvist C, Cífková R, De Bonis M, et al. 2018 ESC Guidelines for the management of cardiovascular diseases during pregnancy. Eur Heart J. 2018 Sep 7;39(34):3165–241.
Exit mobile version