Site icon Caiherang

Kriteria Diagnosis SLE (Systemic Lupus Erythematosus)

Salah satu penyakit autoimun yang banyak dikenal dan ditemui di masyarakat adalah penyakit lupus atau systemic lupus erythematosus (SLE). Penyakit lupus atau SLE ini memiliki gejala dan tampilan klinis yang beragam sehingga dalam menegakan diagnosis lupus harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu. (vImage by Dimitris Christou from Pixabay)

Istilah lupus dikemukakan dalam sejarah oleh Rogerius, dokter dari abad ke-13. Kata lupus berarti serigala karena gambaran lesi lupus pada wajah menyerupai gambaran gigitan serigala. Pada zaman dahulu, SLE lebih dikenal karena berbagai gambaran lesi kulit seperti lupus vulgaris, lupus profundus, discoid lupus, dan malar atau butterfly rash dengan sifat fotosensitivitasnya.

Pemahaman mengenai SLE lebih berkembang lagi setelah tahun 1872 Kaposi menggambarkan sifat penyakit sistemik dari lupus. Artinya, penyakit ini tidak terbatas pada kulit saja namun menggambarkan sifat penyakit yang menyerang seluruh tubuh.

Keberagaman Sifat Penyakit Lupus

Lupus dapat menyerang berbagai macam bagian dari tubuh. Hal ini dikarenakan sifat penyakit ini dimana diproduksi antobodi terhadap protein atau sel tubuh kita sendiri. Oleh sebab itu, gejala penyakit lupus tergantung dari jenis antibodi spesifik apa yang diproduksi. Apabila antibodi yang diproduksi menyerang kulit, maka gejala yang muncul dominan di kulit. Apabila antibodi yang diproduksi bereaksi terhadap ginjal, maka lupus nefritis menjadi dominan. Bahkan, lebih sering ditemukan kasus lupus dengan keterlibatan multiorgan. Artinya pada satu penderita ditemukan banyak gangguan pada banyak organ yang disebabkan banyaknya jenis antobodi yang diproduksi.

Banyaknya manifestasi klinis ini cukup menyulitkan dalam diagnosis lupus atau SLE. Selain itu, banyak juga penyakit lain yang dapat memberikan tanda dan gejala yang mirip dengan lupus. Oleh sebab itu, para ahli kemudian membuat rumusan mengenai panduan diagnosis lupus berdasarkan temuan klinis maupun laboratorium yang ditemukan.

Kriteria Diagnosis SLE Berdasarkan American College of Rheumatology (ACR) Tahun 1997

Pada tahun 1997, ACR memutuskan bahwa seseorang penderita dikatakan menderita SLE apabila didapatkan minimal empat dari 11 karakteristik di bawah ini:

  1. Malar rash: rash berbentuk kupu-kupu di wajah meliputi pipi dan hidung
  2. Discoid (skin) rash: patches kemerahan di kulit yang lebih tinggi dari area kulit normal di sekitarnya
  3. Fotosensitivitas: kemerahan pada kulit sebagai akibat reaksi tidak biasa terhadap sinar matahari
  4. Ulkus di mulut atau hidung: ulkus yang biasanya tidak nyeri
  5. Artritis non erosif pada dua atau lebih sendi disertai dengan nyeri tekan, bengkak, atau efusi cairan sendi. Dikarenakan non erosif, maka tulang disekitar sendi tidak mengalami kerusakan
  6. Keterlibatan karido-pulmoner: inflamasi pada selaput sekitar jantung (perikarditis) atau paru (pleuritis). Disebut juga serositis
  7. Gangguan neurologis: kejang dan/atau psikosis
  8. Gangguan ginjal: proteinuria atau terdapatnya silinder seluler di urin
  9. Gangguan hematologi: anemia hemolitik, leukopenia, atau trombositopenia
  10. Gangguan imunologis: antibodi terhadap ds-DNA, antibodi terhadap Sm, atau antibodi terhadap kardiolipin
  11. Tes ANA positif tanpa ada obat-obatan yang dapat menginduksi ANA positif

Dengan kriteria ini, spesivisitas mencapai 95% dan sensitivitas 75%. Keempat kriteria ini dapat muncul secara bersamaan atau serial. Kemudian kriteria diagnosis ini kemudian diubah.

Kriteria Diagnosis SLE Berdasarkan Systemic Lupus International Collaborating Clinics (SLICC)

Kriteria SLICC ini digunakan menggantikan kriteria ACR. Terbagi menjadi kriteria klinik dan laboratoris dimana diagnosis memerlukan minimal empat kriteria dan membutuhkan minimal satu kriteria klinis dan satu kriteria laboratoris. Berikut adalah kriteria SLICC tersebut:

Kriteria klinis

Kriteria Imunologis

Kriteria Diagnosis ACR/EULAR 2019

Pada tahun 2019, American College of Rheumatology (ACR) dan European League Against Rheumatism (EULAR) mengeluarkan rekomendasi definsi diagnosis terbaru untuk SLE.

Sama dengan SLICC, terdapat beberapa kriteria dengan definisi ditentukan sebagai berikut:

Setelah mendata kriteria di atas, untuk diagnosis SLE mengikuti alur di bawah ini:

Kriteria diagnosis SLE menurut ACR/EULAR 2019

Contoh Gambaran Klinis dari Penyakit Lupus

Di bawah ini adalah beberapa contoh gambaran dari kondisi penyakit lupus:

a) Discoid lupus erythematosus (DLE) pada leher dan pipi: terdapat parut hiperpigmentasi pada batas lesi dan aktivitas residual; b) Discoid lupus erythematosus (DLE) pada kulit kepala: konfluensi beebrapa lesi dengan keratosis eritem, keratosis, dan alopecia dengan parut c) Subacute cutaneous lupus erythematosus (SCLE) pada punggung: gamabran polisiklik berkonfluensi dari lesi anular, terdapat central clearing; d) Deformitas sendi tanpa lesi erosi radiologis (Jaccoud arthropathy) Sumber: Kuhn A, Bonsmann G, Anders H, Herzer P, Tenbrock K, Schneider M. Dtsch Arztebl Int. 2015 Jun 19;112(25):423–32.
a) Gambaran sedimen aktif di urin, eritrosit memberikan gambaran akantosis (kuping Mickey Mouse) b) ANA tes positif dengan gambaran pola homogen Sumber: Kuhn A, Bonsmann G, Anders H, Herzer P, Tenbrock K, Schneider M. Dtsch Arztebl Int. 2015 Jun 19;112(25):423–32.
Kiri malar rash. Kanan fotosensitivitas. Sumber: Uva L, Miguel D, Pinheiro C, Freitas JP, Marques Gomes M, Filipe P. Autoimmune Dis. 2012 Dec;2012(4):1–15.

Kesimpulan

Penyakit SLE atau lupus memiliki banyak wajah atau tampilan klinis. Selain itu, secara patofisiologi, masih banyak yang harus digali dan diteliti mengenai penyakit lupus. Untuk saat ini, lupus ditegakan dengan kriteria diagnosis SLE menurut SLICC. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan akan terjadi perubahan kriteria diagnosis seiring dengan temuan-temuan dan pemahaman yang lebih baik mengenai penyakit lupus ini. Mengenai penjelasan gejala dan kriteria diagnosis penyakit lupus ini dapat pula disimak di video berikut ini:

Sumber

  1. Aringer M, Costenbader K, Daikh D, Brinks R, Mosca M, Ramsey-Goldman R, et al. 2019 European League Against Rheumatism/American College of Rheumatology Classification Criteria for Systemic Lupus Erythematosus. Arthritis Rheumatol. 2019;71(9):1400–12.
  2. Kuhn A, Bonsmann G, Anders H, Herzer P, Tenbrock K, Schneider M. Diagnostik und Therapie des systemischen Lupus erythematodes. Dtsch Ärztebl Int. 2015;112(2):423–32.
  3. Petri M, Orbai A-M, Alarcón GS, Gordon C, Merrill JT, Fortin PR, et al. Derivation and validation of the Systemic Lupus International Collaborating Clinics classification criteria for systemic lupus erythematosus. Arthritis Rheum. 2012 Aug;64(8):2677–86
  4. Rekvig OP. Systemic Lupus Erythematosus: Definitions, Contexts, Conflicts, Enigmas. Front Immunol. 2018 Mar 1;9(MAR):1–16.
  5. Uva L, Miguel D, Pinheiro C, Freitas JP, Marques Gomes M, Filipe P. Cutaneous Manifestations of Systemic Lupus Erythematosus. Autoimmune Dis. 2012 Dec;2012(4):1–15.
Exit mobile version